Penari Sanggar Sedaya UNISI Tampilkan Tari Persembahan
Tembilahan, 22 Oktober 2025 – Sanggar Seni dan Budaya (Sedaya) Universitas Islam Indragiri (UNISI) menunjukkan eksistensinya dalam pelestarian seni dan budaya Melayu. Pada kegiatan
Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bagi masyarakat dan mahasiswa, yang berlangsung di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Bahruddin Jusuf, Tembilahan, Sanggar Sedaya UNISI dipercaya menampilkan Tari Persembahan sebagai pembuka acara.
Tari Persembahan dikenal sebagai tarian tradisional Melayu yang berfungsi sebagai penyambutan tamu kehormatan. Tarian ini merepresentasikan keramahan, penghormatan, dan rasa syukur masyarakat Melayu dalam menerima kedatangan tamu. Gerakannya yang lembut, anggun, dan penuh makna berhasil ditampilkan dengan sangat apik oleh para penari Sanggar Sedaya yang merupakan mahasiswi UNISI ini. Kehalusan gerak dan ekspresi para penari sukses memukau seluruh peserta kegiatan dan tamu undangan.
Pada kesempatan tersebut, sirih sebagai simbol penghormatan adat diserahkan kepada para tamu kehormatan, yakni H. Mafirion, Anggota Komisi XIII DPR RI; Assoc. Prof. Dr. H. Najamuddin, Lc., MA, Rektor Universitas Islam Indragiri yang keduanya menjadi narasumber kegiatan, serata kepada Ahli Hukum Madya pada Direktorat Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi BPIP RI, Jakson Simamora, S.H., M.Si.
H. Mafirion, Anggota Komisi XIII DPR RI
Assoc. Prof. Dr. H. Najamuddin, Lc., MA, Rektor Universitas Islam Indragiri
Jakson Simamora, S.H., M.Si. dari BPIP RI,
Arini Septia Ruli Saputri, mahasiswi UNISI yang juga Ketua Sanggar Sedaya sekaligus pembawa tepak sirih, menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi pada kegiatan nasional tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan ini menjadi motivasi besar bagi anggota sanggar untuk terus berkarya dan melestarikan budaya Melayu melalui seni tari, serta ikut mengharupakan nama UNISI.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNISI, Dr. Fiddian Khairudin, MA, selaku pembina Sanggar Sedaya, menjelaskan bahwa UNISI memiliki berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mendukung minat dan bakat mahasiswa, termasuk dalam bidang seni dan budaya. Sanggar Sedaya, yang tergolong baru terbentuk, hadir sebagai ruang kreatif bagi mahasiswa dan masyarakat untuk belajar, berlatih, serta melestarikan kesenian lokal. “Walaupun baru berdiri, Sanggar Sedaya UNISI telah tampil di beberapa acara dan menunjukkan potensi besar dalam mengembangkan seni budaya,” ujarnya. Ia menambahkan, Sanggar Sedaya bukan hanya sebagai wadah peminatan, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal. Dengan berbagai program dan kegiatan seni budaya, UNISI berkomitmen melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu mengekspresikan diri secara kreatif dalam masyarakat.
Penampilan Tari Persembahan oleh Sanggar Sedaya UNISI menjadi salah satu bukti nyata bahwa kampus turut berperan aktif dalam menghidupkan dan menyebarkan nilai-nilai budaya, sekaligus mendukung penguatan karakter bangsa melalui kegiatan seni. (des)
