Universitas Islam IndragiriUNIVERSITASISLAM INDRAGIRI
Kembali ke Berita
UNISI Finalisasi Pedoman Pembelajaran Hybrid Berbasis OBE, Perkuat Sinergi Akademik, Kurikulum, Pengembangan, dan LPMI
20 August 2026

UNISI Finalisasi Pedoman Pembelajaran Hybrid Berbasis OBE, Perkuat Sinergi Akademik, Kurikulum, Pengembangan, dan LPMI

Tembilahan — Universitas Islam Indragiri (UNISI) terus mematangkan implementasi pembelajaran berbasis hybrid dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Langkah tersebut ditandai dengan rapat koordinasi dan finalisasi pedoman pembelajaran/tata kelola hybrid yang melibatkan unsur pimpinan universitas, akademik dan pengembangan kurikulum, serta Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penerapan kurikulum berbasis OBE dengan pendekatan hybrid pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Melalui kebijakan tersebut, UNISI berupaya menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, terukur, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan, Gunawan Syahrantau, S.P., M.MA., dalam penyampaiannya menegaskan bahwa implementasi kurikulum berbasis hybrid dengan pendekatan OBE membutuhkan kesiapan dan sinergi seluruh program studi.

“Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, kita akan mulai menerapkan kurikulum berbasis hybrid dengan pendekatan OBE. Karena itu, sinergi seluruh program studi sangat diperlukan, baik dalam menyiapkan maupun mengimplementasikan kurikulum tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan penerapan hybrid tidak hanya bergantung pada tersedianya platform pembelajaran, tetapi juga pada kesiapan kurikulum, dosen, program studi, mahasiswa, serta tata kelola akademik yang terintegrasi.

Sementara itu, Ketua LPMI UNISI, Dr. Ahmad, M.M., yang turut menjadi konseptor pengembangan sistem tersebut, menekankan pentingnya memastikan bahwa pedoman yang telah dirumuskan tidak berhenti pada tahap penetapan, tetapi benar-benar dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Setelah pedoman ini ditetapkan dan dilaksanakan, ke depan harus dilakukan evaluasi secara berkala. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk pengendalian dan peningkatan mutu melalui siklus PPEPP,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan sistem hybrid juga perlu diselaraskan dengan perkembangan Learning Management System (LMS) yang digunakan UNISI melalui platform Sevima. Integrasi tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang terdokumentasi, terukur, dan mudah dipantau.

“Rumusan dan konsep yang telah kita susun ini menjadi dasar dalam mengembangkan kurikulum berbasis OBE dengan pendekatan sistem hybrid. Konsep hybrid akan memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran secara lebih fleksibel, baik dari sisi tempat maupun waktu, sehingga berbagai kendala dalam mengikuti proses pembelajaran dapat diminimalkan,” lanjut Dr. Ahmad.

Lebih lanjut, pendekatan OBE memastikan bahwa proses pembelajaran tidak semata-mata berorientasi pada penyampaian materi, tetapi pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki mahasiswa. Oleh karena itu, setiap program studi perlu memastikan keterkaitan antara CPL, CPMK, aktivitas pembelajaran, asesmen, hingga luaran pembelajaran.

Finalisasi pedoman ini diharapkan menjadi langkah strategis UNISI dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga standar mutu akademik. Sinergi antara bidang akademik, pengembangan kurikulum, program studi, dan LPMI menjadi faktor penting agar implementasi OBE berbasis hybrid dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dengan demikian, penerapan pembelajaran hybrid pada Semester Ganjil 2026/2027 bukan sekadar perubahan metode perkuliahan, tetapi merupakan bagian dari transformasi tata kelola pembelajaran UNISI menuju sistem pendidikan tinggi yang lebih fleksibel, berbasis capaian, terdokumentasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.