Berita Terbaru - UNISI

Seminar Nasional Fakultas Hukum Unisi

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indragiri (Unisi) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Pelayanan Hukum Umum Menuju Pemerintah yang Dinamis dan Responsif”, di Ruang Peradilan Semu, Fakultas Hukum. Kamis (13/12/18).
Pada seminar ini turut hadir Dr. Suparman Marzuki, SH., MH (Mantan Ketua Komisi Yudisial RI) dan Dr. Ridhoul Wahidi, MA (Ahli Tafsir) menjadi pembicara kunci.
Selaku pembicara utama, beliau menjelaskan tentang Eksistensi Komisi Yudisial Dalam Pengawasan Terhadap Hakim di Indonesia, sedangkan Pembicara kedua menjelaskan tentang Tafsir Q.s An-Nissa , (4:58), Hakim Berlaku Adil.
Suparman menjelaskan tentang komisi yudisial itu sendiri adalah suatu komisi yang diberi amanah oleh undang-undang dasar 1945 untuk memilih hakim-hakim Agung dan melakukan pengawasan terhadap hakim di seluruh indonesia.
“Pandangan entang penegakan hukum di Indonesia saat ini, khusus nya kreditalitas hakim. Ya, penegakan hukum di Indonesia itu dalam proses menuju yang lebih baik, kita memang belum seperti negara lain. Masih banyak masalah dihakim-hakim kita, masih banyak pelanggaran-pelanggaran kode etik yang seharus nya tidak terjadi dan itu menunjukkan proses penegakan hukum. Dalam upaya tersebut, wajib diperjuangkan agar pada waktu nya biar lebih baik, sampai pada satu tingkat kita sederajat dengan bangsa lain”, ujarnya.
Tambahkan nya lagi, ia juga memberikan pandangan sementara mengenai Unisi khusus nya Fakultas Hukum.
“Saya telah mendengar fakultas ini dan saya lihat kemajuan yang sangat cepat dan juga alumni-a alumni nya sudah ribuan. Itu arti nya, fakultas hukum ini mempunyai prospek tinggi, untuk menjadi Universitas terbesar di inhil dan saya berharap ini akan terwujud menjadi Universitas terkemuka di Riau serta menjadi bagian dari perkembangan hukum di tanah air”, ungkapnya jelas.
Sementara itu, Ahli Tafsir menjelaskan bagaimana hukum berlaku adil di Indonesia menurut Surah An-Nissa ayat 58. Yang berisi “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat”.
“Dari pengertian surah tersebut, dapat di simpulkan bahwasanya yang paling menonjol dalam beramal adalah menyampaikan amat dan menetapkan perkara diantara manusia dengan cara yang adil. Allah memerintahkan kedua amal tersebut. Khusus untuk ayat ini para mufasir banyak mengaitkanya dengan masalah pemerintahan atau urusan negara”, ucapnya.

sumber : LPM Amulet Unisi

Leave a Reply