Berita Terbaru - UNISI

Najamuddin Adalah Anak Petani Yang Resmi Menjadi Rektor Unisi

Indragirione.com – Lahir dari keluarga petani, DR Najamuddin, Lc., MA, resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Islam Indragiri (Unisi), Jumat (27/7/2018).
Najamuddin sebelumnya sudah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) 2 periode, awal karirnya di Unisi dengan mengikuti seleksi tahun 2008, dengan hasil lulus namun disayangkan Najamuddin saat itu belum bisa mengajar sebagai Dosen.
Dia mengatakan dibalik itu ada hikmahnya, karena belum sempat ngajar tadi, Najamuddin mendapatkan beasiswa Strata III di Sudan.
Menyelesaikan pendidikan Strata III di Sudan selama 1 tahun 8 bulan, dan mendapat gelar Doktor, Najamuddin mulai mengabdikan dirinya di Unisi.
Dengan pengalaman mengajar 1 semester, dia dipercayai sebagai pembantu Dekan, pada masanya 2013 terjadi pemilihan Dekan FIAI dan 18 Dosen mempercayainya untuk menjabat sebagai Dekan FIAI, hingga 2 periode.
Perjalan Najamuddin mengikuti seleksi Rektor sudah kali ke tiga mengikuti tes. Waktu belum bersahabat takdir belum berpihak kepadanya.
2018, kala terakhir Najamuddin mengikuti tes, Allah SWT telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin Unisi 4 tahun mendatang.
Masa kecil Najamuddin dapat dikategorikan bukan orang yang mempunyai harta yang berkecukupan.
Sebelum berangkat sekolah SD, tiap pagi Najamuddin menanam padi, seketika pulang sore harus nyebrangin sungai, di sungai gangsal.
Orang tuanya tinggal di pulau kecil, sedangkan kebun sebagai mata pencaharian keluarganya berada di sungai Ketapang. Membantu orang tua terus dilakukannya sampai tamat sekolah dan masuk di Mts.
Tanggal 7 bulan Juli 1997, Najamuddin harus berpisah dengan kedua orang tua yang dicintainya dan berangkat ke Sulawesi untuk melanjutkan pendidikan MA disana.
Kesedihan terdalam baginya ketika awal berpisah dengan orang tua yang dulunya tak pernah berpisah, demi mencapai cita-cita yang ia inginkan.
Tiap sore dipondok Najamuddin menangis, tiap matahari sudah terbenam hatinya sedih teringat kedua orang tua, yang sudah jauh dari pandangannya.
Masuk dan tes pesantren, Najamuddin sempat ditertawakan karana kepolosannya yang belum memiliki dasar pesantren.
Saat itu dia duduk ditangga masjid, rasa sedih menghampiri ingin pulang karena tidak tahu apa-apa lagi, melihat kesedihan Najamuddin, pimpinan pondok pesantren mengusap kepalanya dan berkata “tidak ada orang yang langsung pintar mulai la dari awal”, begitulah pesan pimpinan pondok pesantren yang Najamuddin selalu ingat hingga kini.
Semasa dipesantren dia selalu kena hukuman, karena selalu mencoret dinding menuliskan kosa kata bahasa arab bahasa dan bahasa inggris untuk diingat.
Semua kosa kata itu bisa dia hapal dengan cara mencoret dinding, dia juga mampu menyaingi temannya sampai mendapatkan juara umum hingga beasiswa dari Pemerintah untuk santri yang smart selama 3 tahun.
“Saya punya target tidak mau pulang sebelum selesai, mulai dari itu apapun mata kuliah yang tidak saya pahami saya harus hapal karena saya punya jurus menghapal, tiap malam saya menghapal, cita-cita saya juga saya tulis, target saya S1 di Mesir saya tulis diatas tempat tidur, ketika saya baring saya ingat oo… saya harus sekolah S1 di Mesir saya catat lagi S2, S3 di Sudan dan Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan cita-cita saya dan saya mendapatkan Beasiswa,” cerita Najamuddin.
Pendidikan S1, S2 dan S3 Najamuddin dapat dikatakan semua dari Beasiswa bukan dari biaya orang tua. Habis kebun tak bisa juga untuk membiayai, sangat besar biaya hidup apa lagi di Sudan.
Najamuddin menyelesaikan S1 di Mesin selama 4 tahun, S2 di Sudan selama 2,7 tahun dan S3 di Sudan 1,8 tahun.
“Saya nekat mengurung diri saat saya menulis dalam masa kuliah kemarin, akhirnya saya selesai dan kembali ke Unisi,” ungkapnya.
Resmi menjabat sebagai Rektor, DR. Najamuddin menargetkan mahasiswa akan bertambah banyak.
Sesuai dengan Visi yang dia canangkan ketika mengikuti pemilihan Rektor, dia ingin mengintegrasikan ilmu dengan banyaknya fakultas, maunya dia nanti itu akan menjadi satu dan ada nilai tersendiri.
“Umpama tanah, tidak hanya dari pertanian. agama bisa, ekonomi bisa, hukum bisa, kita samakan. Diprogram 100 hari saya mau buka lembaga keuangan mikro Baitul Maal wat Tamwil atau padanan Balai-usaha Mandiri Terpadu. saya udah rancangan di FIAI, karena saham kurang saya tawarkan di universitas. Banyak yang tanam saham makin bagus,” tukasnya.
E-kampus, semua bentuk elektronik tak perlu pakai kertas seperti pengisian KRS. Program berikutnya Unisi ada kampus Madani.
Setelah menjabat Rektor, DR Najamuddin langsung melantik pejabat-pejabat baru, yaitu :
Gunawan Syahrantau, SP., M.MA Wakil Rektor I
Yusriwarti, SE., M.Si Wakil Rektor II
Vivi Arfiani Siregar, SH, MH Wakil Rektor III
DR. Gulam Muhammad, SE., MM Dekan Fakultas Ekonomi
DR. Edi Susrianto IP, S.Pd., M.Pd Dekan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
DR. Tiar Ramon SH., MH Dekan Fakultas Hukum
DR. Mulono Aprianto, S.Tp., MP Dekan Fakultas Pertanian
DR. H Abdullah, S.Si, M.Kom Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
DR. Ridhoul Wahidi, S.Th.I, MA Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam
Recky, SE., MM, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal
Fiddian Khairudin. S.Th.I., MA Ketua Lembaga Pengembangan Promosi dan Humas
DR. Ali Azhar, S.Sos., MH Ketua Lembaga Pengkajian dan Studi Islam
Zainal Arifin, SE., ME Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Ahmad S.Pd.I., MM Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu Internal
Rosliana, SE., M.Si Sekretaris Lembaga Pengembangan Promosi dan Humas
Ali Murtopo, S.Sos.I., M.Pd.I Sekretaris Lembaga Pengkajian dan Studi Islam
Khairuddin, S.Ag., MA Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Edi Ardian, SS., MA Kepala UPT. Perpustakaan dan Labor
Ahmad Rifai, SE., MM Kabag UPT Perpustakaan
Sri Hidayanti, Lc., MA Kabag UPT Labor Bahasa
Zulkifli AM, SE Sekretaris Dekan Fakultas Ekonomi
Fahyunani, S.Pd.I Protokoler Universitas.(ded)

sumber : indragirione.com

Leave a Reply