Persaingan kualitas sumber daya manusia (SDM) di pasar kerja baik lokal, nasional dan internasional terus meningkat seiring dengan pemberlakukan pasar bebas khususnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan atau peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru pada berbagai bidang usaha, serta kebutuhan tingkat profesionalisme (knowledge, hard skill, soft skill) yang semakin tinggi.
Kondisi tersebut telah memaksa sistem pendidikan kita untuk melakukan perubahan-perubahan secara radikal dan fundamental. Peningkatan kualitas SDM Indonesia mutlak dilakukan sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi sebagai manifestasi perubahan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan pembinaan mahasiswa, pemerintah melalui Kemenristek Dikti telah meluncurkan satu program yang mendorong mahasiswa Indonesia untuk maju.
Salah satu usaha pembinaan tersebut adalah melalui kompetisi debat, yang telah dirumuskan dalam National University Debating Championship (NUDC) dan saat ini proses seleksi sedang berlangsung di setiap wilayah di Indonesia.
Mahasiswa Universitas Islam Indragiri (Unisi) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris sebagai bagian dari mahasiswa Indonesia yang turut dibina oleh Kemenristek Dikti ikut ambil bagian dalam program debat bahasa Inggris wilayah X yang berlangsung selama 2 hari sejak Jum’at (19/4) hingga Sabtu (20/4). Dekan FKIP Unisi Dr. Edi Susrianto IP. M. Pd menanggapi terkait utusan mahasiswa bahasa inggris yang ikut kompetisi debat mengapresiasi setinggi-tinggi nya, sebab sebagai diketahui bahwa kegiatan debat telah lama menjadi kebutuhan dunia akademik mahasiswa. “Saya apresiasi setinggi-tingginya, untuk perwakilan mahasiswa kita yang ikut bertanding dalam debat tersebut. Mereka adalah utusan terbaik dari puluhan mahasiswa bahasa inggris lainnya, saya harap di tahun selanjutnya kita akan terus melahirkan debater debater handal dari Unisi”, ungkapnya jelas.
Bagi peserta yang diutus, ini adalah kali pertama mereka mengikuti kompetisi debat ini. Namun, jika dilihat dari perangkingan saja, UNISI tidak kalah saing dengan universitas lain yang ada diwilayah X. “Ini juga menjadi apresiasi untuk UNISI sendiri. Meski tidak juara, tetapi banyak pengalaman berharga yang mereka dapatkan dari debat yang telah usai beberapa hari lalu. Dengan harapan setiap pengalaman yang mereka dapatkan menjadi pelajaran untuk kedepannya. We come not to win but to learn”, ungkap salah satu debater, Sipa.
Untuk diketahui, mahasiswa yang diutus untuk mengikuti debat bahasa inggris ini antara lain, Wita Rela Ningsih Semester 6, Sipa Sapira Semester 4 didampingi Dosen bahasa Inggris Maizarah, M. Pd.

Sumber : LPM Amulet Unisi

Leave a Reply