Universitas Islam IndragiriUNIVERSITASISLAM INDRAGIRI
Kembali ke Berita
LPMI UNISI Mengawal Akselerasi Persiapan Akreditasi Program Studi melalui Pendampingan Asesor LAMDIK
06 August 2026

LPMI UNISI Mengawal Akselerasi Persiapan Akreditasi Program Studi melalui Pendampingan Asesor LAMDIK

Tembilahan – Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kesiapan akreditasi program studi, Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Islam Indragiri (UNISI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pengisian Instrumen Akreditasi LAMDIK yang menghadirkan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Dr. Ridhoul Wahidi, M.A. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISI dan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Penjaskesrek.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua LPMI UNISI, Dr. Ahmad, M.M., Dekan FKIP UNISI, Andriansyah, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Samsul Amri, M.Pd., Ketua Program Studi Penjaskesrek, para Ketua Gugus Mutu Fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FKIP UNISI. Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola program studi yang berkualitas dan berdaya saing.

Kegiatan pendampingan difokuskan pada penguatan pemahaman dalam penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED), pengisian Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), serta implementasi Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 3.0 jenjang Sarjana (S1) sesuai dengan pedoman dan standar terbaru yang ditetapkan oleh LAMDIK. Pendampingan ini juga menjadi forum diskusi yang konstruktif untuk menyamakan persepsi mengenai penyusunan dokumen akreditasi yang komprehensif, berbasis data, dan memenuhi setiap indikator penilaian.

Dalam sambutannya, Ketua LPMI UNISI, Dr. Ahmad, M.M., menegaskan bahwa peningkatan mutu merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika dan harus menjadi budaya yang terus dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan.

> "LPMI UNISI memiliki komitmen yang kuat untuk terus mengawal implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal melalui siklus PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Siklus ini menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap program studi terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Akreditasi bukan sekadar memperoleh nilai atau peringkat, melainkan menjadi cerminan kualitas tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan akademik yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh dokumen yang disusun harus benar-benar menggambarkan kondisi riil dan capaian kinerja program studi."

Beliau juga berharap kegiatan pendampingan ini mampu meningkatkan kapasitas seluruh tim penyusun dokumen akreditasi sehingga proses akreditasi dapat berjalan optimal dan menghasilkan capaian terbaik bagi program studi di lingkungan FKIP UNISI.

Sementara itu, Dekan FKIP UNISI, Andriansyah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang sangat strategis karena FKIP UNISI akan menghadapi proses akreditasi pada dua program studi.

> "Kegiatan ini sangat penting karena kita akan menghadapi akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Penjaskesrek. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memahami setiap indikator yang dipersyaratkan dalam instrumen akreditasi. Persiapan yang matang akan menentukan kualitas dokumen yang disusun dan menjadi modal penting dalam memperoleh hasil akreditasi yang optimal. Mari kita jadikan momentum ini sebagai upaya bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di FKIP UNISI."

Sebagai narasumber utama, Dr. Ridhoul Wahidi, M.A., memberikan paparan yang komprehensif mengenai strategi penyusunan instrumen akreditasi sesuai standar LAMDIK. Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh konsistensi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal yang dibuktikan melalui data yang valid, akurat, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, beliau menguraikan secara rinci setiap kriteria yang menjadi fokus penilaian LAMDIK, dimulai dari penyusunan visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS) yang harus jelas, realistis, relevan dengan perkembangan zaman, serta selaras dengan visi universitas. Selanjutnya dibahas mengenai tata pamong, tata kelola, dan kerja sama, yang harus mampu menunjukkan efektivitas kepemimpinan, sistem pengambilan keputusan, serta kemitraan yang mendukung peningkatan mutu.

Selain itu, beliau juga menjelaskan pentingnya pemenuhan indikator pada aspek mahasiswa, sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan), keuangan, sarana dan prasarana, proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, luaran dan capaian tridarma, hingga implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai bukti nyata keberlangsungan budaya mutu di program studi. Seluruh indikator tersebut harus didukung oleh data yang valid, bukti fisik yang lengkap, serta analisis yang menggambarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan program studi.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara langsung dengan asesor mengenai berbagai kendala teknis dalam penyusunan LED dan DKPS, strategi penyajian data, penyusunan narasi evaluatif, hingga teknik penyusunan bukti pendukung yang sesuai dengan ekspektasi asesor LAMDIK. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dokumen akreditasi sehingga lebih sistematis, objektif, dan sesuai dengan standar nasional.

Melalui kegiatan ini, LPMI UNISI kembali menegaskan perannya sebagai penggerak utama budaya mutu di lingkungan universitas. Sinergi antara LPMI, fakultas, program studi, Gugus Mutu, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi modal penting dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus PPEPP, UNISI optimistis mampu menghasilkan program studi yang tidak hanya meraih akreditasi terbaik, tetapi juga mampu memberikan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berakhlakul karimah.