Mengikuti perkembangan global dan relevansi arah perkembangan sektor pendidikan tinggi Indonesia, BAN-PT mengembangkan Instrumen Akreditasi Program Studi versi 2018 (IAPS 4.0).
IAPS 4.0 berorientasi pada output dan outcome, sehingga pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome yang pada instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input saja.
BAN-PT bekerjasama dengan LLDIKTI Wilayah X menyelenggarakan Pelatihan IAPS 4.0 yang diikuti oleh 47 Perguruan Tinggi yang berasal dari 4 provinsi yang berada di wilayah X, yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau di Hotel Grand Zuri Padang yang diselenggarakan pada 9 – 10 Desember 2018 .
Sekretaris LLDIKTI Wilayah X, Yandri A. SH, MH mengatakan IAPS 4.0 akan mulai efektif diterapkan tanggal 1 April 2019. Usulan akreditasi yang disampaikan mulai tanggal 1 April 2019 sudah harus menggunakan instrumen IAPS 4.0 sedangkan yang diterima sebelum tanggal 1 April 2019 masih menggunakan instrumen yang berlaku pada saat ini.
Tampil sebagai narasumber pelatihan, Suharyadi Pancono, Dipl., Ing., MT Asesor BAN-PT dari Polman Bandung dan Prof. Lilis Nuraida Tim Instrumen BAN-PT dari IPB Bogor.
Dalam paparannya, Prof. Lilis menyampaikan instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) harus disusun berdasarkan 1. jenis pendidikan, yaitu vokasi, akademik, profesi; 2. program pendidikan, yaitu program diploma, sarjana, sarjana terapan, magister, magister terapan, profesi, spesialis, doktor, dan doktor terapan; 3. Modus pembelajaran, yaitu tatap muka dan jarak jauh; 4. hal-hal khusus.
Disebutkan, perubahan signifikan pada IAPS 4.0 adalah unit pengusul akreditasi adalah Unit Pengelola Program Studi, dan bukan lagi Program Studi seperti pada instrumen yang berlaku saat ini.
IAPS 4.0 ini menggunakan 9 (sembilan) kriteria yaitu 1) Visi, misi, tujuan dan strategi, 2) Tata pamong, tata kelola dan kerjasama, 3) Mahasiswa, 4) Sumber Daya Manusia, 5) Keuangan, sarana dan prasarana, 6) Pendidikan, 7) Penelitian, 8) Pengabdian kepada masyarakat, dan 9) Luaran dan capaian Tridharma.
Kriteria itu secara keseluruhan mengukur tingkat capaian atau pelampauan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan standar yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi,” terangnya.
“IAPS 4.0 ini terdiri dari Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Akademik (LKA). Laporan Evaluasi Diri yang menggambarkan status dan analisis capaian masing-masing kriteria. Unit pengelola program studi diharapkan mampu menemu kenali kekuatan yang dimiliki serta aspek yang perlu mendapat perbaikan di program studi yang diusulkan akreditasinya” papar Suharyadi Pancono.
“Sedangkan Laporan Kinerja Akademik (LKA) yang memuat data capaian indikator kinerja program studi yang secara bertahap akan diintegrasikan dengan PD-Dikti. Hasil akreditasi dengan IAPS 4.0 akan dinyatakan dalam bentuk status akreditasi dan peringkat terakreditasi sebagai berikut a) Status akreditasi; terakreditasi atau tidak terakreditasi, dan b) Peringkat Terakreditasi: baik, baik sekali, dan unggul” tambahnya.
Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDIKTI X, Jamurin menyambut baik kegiatan ini, karena Pelatihan IAPS 4.0 sangat dibutuhkan oleh Perguruan Tinggi yang program studinya akan reakreditasi tahun depan. (Ina)

sumber : LLDikti Wilayah X

Leave a Reply